First of All,
HAPPY EARTH DAY....!
Please save our earth for a better life.
Mungkin udah agak telat ya ngucapinnya? Secara hari bumi kan udah kemaren, tanggal 22 April. But It's OK. Lebih baik telat kan daripada nggak sama sekali?
Sebenernya yang terpenting bukanlah ucapan, bukan apa yang keluar dari mulut kita, tapi apa yang kita perbuat. Yak. Nggak ada gunanya kita gembar-gembor global warming kalo kita cuma diem aja. Talkless do more man!
Kaya yang udah dilakukan oleh Evergreen Peace pada hari Sabtu-Minggu kemarin, yaitu Penanaman Mangrove di sabuk pantai desa Mangunharjo, Semarang. Nggak mau sombong, kami cuma bermaksud berbagi pengalaman yang siapa tahu bisa menjadi inspirasi dan bisa ditiru oleh kalian semua. Mulia kan?
Berdasarkan beberapa rapat yang udah digelar oleh para anggota EGP, maka terlaksanalah acara ini. Penanaman Mangrove Memperingati Hari Bumi 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 23-24 April 2011.
Pada awalnya sempat ada beberapa kendala, contohnya, dimana kita akan nanem mangrove, darimana kita dapet bibit, sampe masalah tema pun jadi topik yang sering diperdebatkan. Bukan hal mudah untuk mewujudkan acara ini menjadi kenyataan.
Sabtu Sore
Sekitar pukul empat sore kendaraan yang kami pesan akhirnya tiba. Dua buah truk ukuran sedang yang biasa digunakan untuk mengangkut pasir akhirnya mengangkut kami, 60 orang manusia. Jangan tanya kenapa kami memilih jasa angkutan ini. Ini bukan piknik, jadi buat apa menyewa bis. Kami juga nggak punya niat menyebrangi pulau, jadi, kapal atau pesawat terbang juga nggak mungkin. Oke, ini nggak penting. Skip. Tiba di lokasi kami disuguhi hamparan pasir item dan sampah disekitarnya. Kecewa? Kenapa pasirnya item? Kenapa banyak sampah? Sekali lagi aku ingatkan ini bukan piknik sodara-sodara! Disini kita berniat ngecamp kemudian menanam mangrove. That's all.
Kegiatan malam hari mungkin udah bisa ditebak, Yak, bener! Camp Fire! Standar banget.
Minggu pagi
Inilah acara puncaknya, MENANAM MANGROVEEE... jengjengjengjeeeennggg..... (musik Bethoven)
Acara penanaman dimulai sekitar jam7 yang diawali oleh pengarahan (baca: khotbah) oleh bapak Sururi. Tempat yang bakal ditanemin mangrove adalah dibelakang sabuk pantai dimana ada lumpur hidup disana. Lumpurnya emang gak nyedot badan kita sampai tenggelam, tapi cukup sulit buat melangkahkan kaki disana. Didampingi Pak Azis dan Pak Sururi, kami menanam mangrove dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Tak peduli kaki baret-baret terkena duri tajam yang tersembunyi di dalam lumpur, kami tetap menanam dan menanam. Seharusnya kami bisa memperoleh kalpataru, adipura, atau apapun namanya itu, pokoknya dapat penghargaan lah.
Dalam waktu kurang lebih 3jam kami bisa menanam mangrove sejumlah 3200, bayangkan, tiga ribu dua ratus!!
Huwoooww...
Tepuk tangan.
Pada akhirnya, seperti kata seorang teman,
PS: Tunggu update an foto-foto menarik dari kami !
HAPPY EARTH DAY....!
Please save our earth for a better life.
Mungkin udah agak telat ya ngucapinnya? Secara hari bumi kan udah kemaren, tanggal 22 April. But It's OK. Lebih baik telat kan daripada nggak sama sekali?
Sebenernya yang terpenting bukanlah ucapan, bukan apa yang keluar dari mulut kita, tapi apa yang kita perbuat. Yak. Nggak ada gunanya kita gembar-gembor global warming kalo kita cuma diem aja. Talkless do more man!
Kaya yang udah dilakukan oleh Evergreen Peace pada hari Sabtu-Minggu kemarin, yaitu Penanaman Mangrove di sabuk pantai desa Mangunharjo, Semarang. Nggak mau sombong, kami cuma bermaksud berbagi pengalaman yang siapa tahu bisa menjadi inspirasi dan bisa ditiru oleh kalian semua. Mulia kan?
Berdasarkan beberapa rapat yang udah digelar oleh para anggota EGP, maka terlaksanalah acara ini. Penanaman Mangrove Memperingati Hari Bumi 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 23-24 April 2011.
Pada awalnya sempat ada beberapa kendala, contohnya, dimana kita akan nanem mangrove, darimana kita dapet bibit, sampe masalah tema pun jadi topik yang sering diperdebatkan. Bukan hal mudah untuk mewujudkan acara ini menjadi kenyataan.
Sabtu Sore
Sekitar pukul empat sore kendaraan yang kami pesan akhirnya tiba. Dua buah truk ukuran sedang yang biasa digunakan untuk mengangkut pasir akhirnya mengangkut kami, 60 orang manusia. Jangan tanya kenapa kami memilih jasa angkutan ini. Ini bukan piknik, jadi buat apa menyewa bis. Kami juga nggak punya niat menyebrangi pulau, jadi, kapal atau pesawat terbang juga nggak mungkin. Oke, ini nggak penting. Skip. Tiba di lokasi kami disuguhi hamparan pasir item dan sampah disekitarnya. Kecewa? Kenapa pasirnya item? Kenapa banyak sampah? Sekali lagi aku ingatkan ini bukan piknik sodara-sodara! Disini kita berniat ngecamp kemudian menanam mangrove. That's all.
Kegiatan malam hari mungkin udah bisa ditebak, Yak, bener! Camp Fire! Standar banget.
Minggu pagi
Inilah acara puncaknya, MENANAM MANGROVEEE... jengjengjengjeeeennggg..... (musik Bethoven)
Acara penanaman dimulai sekitar jam7 yang diawali oleh pengarahan (baca: khotbah) oleh bapak Sururi. Tempat yang bakal ditanemin mangrove adalah dibelakang sabuk pantai dimana ada lumpur hidup disana. Lumpurnya emang gak nyedot badan kita sampai tenggelam, tapi cukup sulit buat melangkahkan kaki disana. Didampingi Pak Azis dan Pak Sururi, kami menanam mangrove dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Tak peduli kaki baret-baret terkena duri tajam yang tersembunyi di dalam lumpur, kami tetap menanam dan menanam. Seharusnya kami bisa memperoleh kalpataru, adipura, atau apapun namanya itu, pokoknya dapat penghargaan lah.
Dalam waktu kurang lebih 3jam kami bisa menanam mangrove sejumlah 3200, bayangkan, tiga ribu dua ratus!!
Huwoooww...
Tepuk tangan.
Pada akhirnya, seperti kata seorang teman,
Penanaman mangrove itu penting, tapi pemeliharaannya lebih penting. Pasti k(a)u bisa melanjutkannnya.
PS: Tunggu update an foto-foto menarik dari kami !
[UPDATE : PHOTOS]
