Rabu, 27 April 2011

Ayo Tanam Mangrove

First of All,
HAPPY EARTH DAY....!
Please save our earth for a better life.

Mungkin udah agak telat ya ngucapinnya? Secara hari bumi kan udah kemaren, tanggal 22 April. But It's OK. Lebih baik telat kan daripada nggak sama sekali?
Sebenernya yang terpenting bukanlah ucapan, bukan apa yang keluar dari mulut kita, tapi apa yang kita perbuat. Yak. Nggak ada gunanya kita gembar-gembor global warming kalo kita cuma diem aja. Talkless do more man!

Kaya yang udah dilakukan oleh Evergreen Peace pada hari Sabtu-Minggu kemarin, yaitu Penanaman Mangrove di sabuk pantai desa Mangunharjo, Semarang. Nggak mau sombong, kami cuma bermaksud berbagi pengalaman yang siapa tahu bisa menjadi inspirasi dan bisa ditiru oleh kalian semua. Mulia kan?

Berdasarkan beberapa rapat yang udah digelar oleh para anggota EGP, maka terlaksanalah acara ini. Penanaman Mangrove Memperingati Hari Bumi 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 23-24 April 2011.
Pada awalnya sempat ada beberapa kendala, contohnya, dimana kita akan nanem mangrove, darimana kita dapet bibit, sampe masalah tema pun jadi topik yang sering diperdebatkan. Bukan hal mudah untuk mewujudkan acara ini menjadi kenyataan.

Sabtu Sore
Sekitar pukul empat sore kendaraan yang kami pesan akhirnya tiba. Dua buah truk ukuran sedang yang biasa digunakan untuk mengangkut pasir akhirnya mengangkut kami, 60 orang manusia. Jangan tanya kenapa kami memilih jasa angkutan ini. Ini bukan piknik, jadi buat apa menyewa bis. Kami juga nggak punya niat menyebrangi pulau, jadi, kapal atau pesawat terbang juga nggak mungkin. Oke, ini nggak penting. Skip. Tiba di lokasi kami disuguhi hamparan pasir item dan sampah disekitarnya. Kecewa? Kenapa pasirnya item? Kenapa banyak sampah? Sekali lagi aku ingatkan ini bukan piknik sodara-sodara! Disini kita berniat ngecamp kemudian menanam mangrove. That's all.
Kegiatan malam hari mungkin udah bisa ditebak, Yak, bener! Camp Fire! Standar banget.

Minggu pagi
Inilah acara puncaknya, MENANAM MANGROVEEE... jengjengjengjeeeennggg..... (musik Bethoven)
Acara penanaman dimulai sekitar jam7 yang diawali oleh pengarahan (baca: khotbah) oleh bapak Sururi. Tempat yang bakal ditanemin mangrove adalah dibelakang sabuk pantai dimana ada lumpur hidup disana. Lumpurnya emang gak nyedot badan kita sampai tenggelam, tapi cukup sulit buat melangkahkan kaki disana. Didampingi Pak Azis dan Pak Sururi, kami menanam mangrove dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Tak peduli kaki baret-baret terkena duri tajam yang tersembunyi di dalam lumpur, kami tetap menanam dan menanam. Seharusnya kami bisa memperoleh kalpataru, adipura, atau apapun namanya itu, pokoknya dapat penghargaan lah.
Dalam waktu kurang lebih 3jam kami bisa menanam mangrove sejumlah 3200, bayangkan, tiga ribu dua ratus!!
Huwoooww...
Tepuk tangan.

Pada akhirnya, seperti kata seorang teman,

Penanaman mangrove itu penting, tapi pemeliharaannya lebih penting. Pasti k(a)u bisa melanjutkannnya.

PS: Tunggu update an foto-foto menarik dari kami !

[UPDATE : PHOTOS]


























Senin, 25 April 2011

Arti Sahabat

Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.

Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.
Cuma segitu arti persahabatan ??
Suatu hari saya menyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.
Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “Dillyan adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are. Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.

SAHABAT ITU. . .
K I T A