Salam Lestari.
Sapa yang suka berpetualang?
Sapa yang pengen jalan-jalan ke gunung, pantai, dsb?
Sapa yang ingin merasakan adrenalin yang luar biasa?
Sapa yang mau cari pacar?
Oke, ini bukan saatnya curhat.
Intinya, hari ini, Senin 3 Oktober 2011, Evergreen Peace buka pendaftaran buat para mahasiswa mahasiswi semester satu dan tiga yang berminat. Ayo yang merasa tampan dan cantik bisa gabung disini. #modus
Caranya gampang, bisa dilihat di tembok-tembok di bangunan sekitar FBS. Atau datang saja ke B3 Park dari tanggal 3-5 Oktober 2011, kemudian isi formulirnya di tempat . Bilang saja "Kakak yang tampan dan cantik, saya mau daftar EGP dong." Pasti diterima dah.
Oh iya, oprek kali ini bukan cuma untuk anak bahasa inggris, tapi buat semua jurusan yang berminat. Ayo ajak bolo-bolomu.
FYI, IT'S FREE..!
Kalo ada yang belum sempat daftar di hari yang sudah dituliskan diatas gak usah menyesal, masih boleh daftar kok. Silahkan datang di pertemuan rutin kita setiap hari Selasa dan Kamis jam 4 sore di B3 Park.
Ayoo buruan join!!!
FEEL FREE THE ADVENTURE...!
Senin, 03 Oktober 2011
Sabtu, 07 Mei 2011
Manfaat Buang Sampah Sembarangan(*dibaca: Akibat Buang Sampah Sembarangan)
ini lho yang menyebabkan alam menjadi semakin indah(*dibaca: kotor) alhasil BANJIR
bukannya saya sok jadi PAHLAWAN (sound: jeng jeng) tp sebagai anggota EVERGREEN PEACE yang bahwasanya(yg bener apa?) seorang Pecinta Alam, harusnya saling mengingatkan.. betul tidak? (pake logat Aa' Jimi)
sekian, terimakasih
Rabu, 27 April 2011
Ayo Tanam Mangrove
First of All,
HAPPY EARTH DAY....!
Please save our earth for a better life.
Mungkin udah agak telat ya ngucapinnya? Secara hari bumi kan udah kemaren, tanggal 22 April. But It's OK. Lebih baik telat kan daripada nggak sama sekali?
Sebenernya yang terpenting bukanlah ucapan, bukan apa yang keluar dari mulut kita, tapi apa yang kita perbuat. Yak. Nggak ada gunanya kita gembar-gembor global warming kalo kita cuma diem aja. Talkless do more man!
Kaya yang udah dilakukan oleh Evergreen Peace pada hari Sabtu-Minggu kemarin, yaitu Penanaman Mangrove di sabuk pantai desa Mangunharjo, Semarang. Nggak mau sombong, kami cuma bermaksud berbagi pengalaman yang siapa tahu bisa menjadi inspirasi dan bisa ditiru oleh kalian semua. Mulia kan?
Berdasarkan beberapa rapat yang udah digelar oleh para anggota EGP, maka terlaksanalah acara ini. Penanaman Mangrove Memperingati Hari Bumi 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 23-24 April 2011.
Pada awalnya sempat ada beberapa kendala, contohnya, dimana kita akan nanem mangrove, darimana kita dapet bibit, sampe masalah tema pun jadi topik yang sering diperdebatkan. Bukan hal mudah untuk mewujudkan acara ini menjadi kenyataan.
Sabtu Sore
Sekitar pukul empat sore kendaraan yang kami pesan akhirnya tiba. Dua buah truk ukuran sedang yang biasa digunakan untuk mengangkut pasir akhirnya mengangkut kami, 60 orang manusia. Jangan tanya kenapa kami memilih jasa angkutan ini. Ini bukan piknik, jadi buat apa menyewa bis. Kami juga nggak punya niat menyebrangi pulau, jadi, kapal atau pesawat terbang juga nggak mungkin. Oke, ini nggak penting. Skip. Tiba di lokasi kami disuguhi hamparan pasir item dan sampah disekitarnya. Kecewa? Kenapa pasirnya item? Kenapa banyak sampah? Sekali lagi aku ingatkan ini bukan piknik sodara-sodara! Disini kita berniat ngecamp kemudian menanam mangrove. That's all.
Kegiatan malam hari mungkin udah bisa ditebak, Yak, bener! Camp Fire! Standar banget.
Minggu pagi
Inilah acara puncaknya, MENANAM MANGROVEEE... jengjengjengjeeeennggg..... (musik Bethoven)
Acara penanaman dimulai sekitar jam7 yang diawali oleh pengarahan (baca: khotbah) oleh bapak Sururi. Tempat yang bakal ditanemin mangrove adalah dibelakang sabuk pantai dimana ada lumpur hidup disana. Lumpurnya emang gak nyedot badan kita sampai tenggelam, tapi cukup sulit buat melangkahkan kaki disana. Didampingi Pak Azis dan Pak Sururi, kami menanam mangrove dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Tak peduli kaki baret-baret terkena duri tajam yang tersembunyi di dalam lumpur, kami tetap menanam dan menanam. Seharusnya kami bisa memperoleh kalpataru, adipura, atau apapun namanya itu, pokoknya dapat penghargaan lah.
Dalam waktu kurang lebih 3jam kami bisa menanam mangrove sejumlah 3200, bayangkan, tiga ribu dua ratus!!
Huwoooww...
Tepuk tangan.
Pada akhirnya, seperti kata seorang teman,
PS: Tunggu update an foto-foto menarik dari kami !
HAPPY EARTH DAY....!
Please save our earth for a better life.
Mungkin udah agak telat ya ngucapinnya? Secara hari bumi kan udah kemaren, tanggal 22 April. But It's OK. Lebih baik telat kan daripada nggak sama sekali?
Sebenernya yang terpenting bukanlah ucapan, bukan apa yang keluar dari mulut kita, tapi apa yang kita perbuat. Yak. Nggak ada gunanya kita gembar-gembor global warming kalo kita cuma diem aja. Talkless do more man!
Kaya yang udah dilakukan oleh Evergreen Peace pada hari Sabtu-Minggu kemarin, yaitu Penanaman Mangrove di sabuk pantai desa Mangunharjo, Semarang. Nggak mau sombong, kami cuma bermaksud berbagi pengalaman yang siapa tahu bisa menjadi inspirasi dan bisa ditiru oleh kalian semua. Mulia kan?
Berdasarkan beberapa rapat yang udah digelar oleh para anggota EGP, maka terlaksanalah acara ini. Penanaman Mangrove Memperingati Hari Bumi 2011 yang diselenggarakan pada tanggal 23-24 April 2011.
Pada awalnya sempat ada beberapa kendala, contohnya, dimana kita akan nanem mangrove, darimana kita dapet bibit, sampe masalah tema pun jadi topik yang sering diperdebatkan. Bukan hal mudah untuk mewujudkan acara ini menjadi kenyataan.
Sabtu Sore
Sekitar pukul empat sore kendaraan yang kami pesan akhirnya tiba. Dua buah truk ukuran sedang yang biasa digunakan untuk mengangkut pasir akhirnya mengangkut kami, 60 orang manusia. Jangan tanya kenapa kami memilih jasa angkutan ini. Ini bukan piknik, jadi buat apa menyewa bis. Kami juga nggak punya niat menyebrangi pulau, jadi, kapal atau pesawat terbang juga nggak mungkin. Oke, ini nggak penting. Skip. Tiba di lokasi kami disuguhi hamparan pasir item dan sampah disekitarnya. Kecewa? Kenapa pasirnya item? Kenapa banyak sampah? Sekali lagi aku ingatkan ini bukan piknik sodara-sodara! Disini kita berniat ngecamp kemudian menanam mangrove. That's all.
Kegiatan malam hari mungkin udah bisa ditebak, Yak, bener! Camp Fire! Standar banget.
Minggu pagi
Inilah acara puncaknya, MENANAM MANGROVEEE... jengjengjengjeeeennggg..... (musik Bethoven)
Acara penanaman dimulai sekitar jam7 yang diawali oleh pengarahan (baca: khotbah) oleh bapak Sururi. Tempat yang bakal ditanemin mangrove adalah dibelakang sabuk pantai dimana ada lumpur hidup disana. Lumpurnya emang gak nyedot badan kita sampai tenggelam, tapi cukup sulit buat melangkahkan kaki disana. Didampingi Pak Azis dan Pak Sururi, kami menanam mangrove dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati. Tak peduli kaki baret-baret terkena duri tajam yang tersembunyi di dalam lumpur, kami tetap menanam dan menanam. Seharusnya kami bisa memperoleh kalpataru, adipura, atau apapun namanya itu, pokoknya dapat penghargaan lah.
Dalam waktu kurang lebih 3jam kami bisa menanam mangrove sejumlah 3200, bayangkan, tiga ribu dua ratus!!
Huwoooww...
Tepuk tangan.
Pada akhirnya, seperti kata seorang teman,
Penanaman mangrove itu penting, tapi pemeliharaannya lebih penting. Pasti k(a)u bisa melanjutkannnya.
PS: Tunggu update an foto-foto menarik dari kami !
[UPDATE : PHOTOS]
Senin, 25 April 2011
Arti Sahabat
Sahabat. Apa sih arti dari sebuah persahabatan?? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika teman dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri.
Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.
Cuma segitu arti persahabatan ??
Suatu hari saya menyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.
Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “Dillyan adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are. Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.
Terkadang saya dengan enteng menyebut, dia itu sahabat saya. Tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan dan lain-lain, saya bingung jawabnya. Dari situ saya mikir, apa saya ini sahabat yang baik? Apa saya pantas disebut sahabat? Karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena tampang, materi, latar belakang, pendidikan dan lain-lain. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal yang berbau privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukannya saya orang yang nggak peduli dan nggak mau tau, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tau tetek bengek orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut. Saya sudah ngerasain pahitnya persahabatan ketika saya bilang dia sahabat saya, ternyata dia hanya memanfaatkan apa yang saya punya dan lain-lain. Ketika saya sedang jatuh, dia malah meninggalkan karena merasa ga ada yang bisa diberikan oleh saya.
Cuma segitu arti persahabatan ??
Suatu hari saya menyatakan A adalah sahabat saya. Ketika A ditanyakan, siapa sahabat kamu, A menjawab B, C, D, namun tidak menyebutkan nama saya. Dari sini saya mencoba memikir ulang. Apakah saya bukan termasuk sahabatnya? Apa saya bukan sahabat yang baik? Hal ini sering terbesit dalam pikiran saya Teman saya banyak. Saya pergi dengan teman-teman yang berbeda. Namun apakah mereka adalah sahabat saya? Karena terkadang teman untuk hang out berbeda dengan sahabat.
Ada seorang sahabat saya mengirim sms pernyataan, “Saya nggak berharap untuk jadi orang yang terpenting dalam hidup kamu, itu permintaan yang terlalu besar. Saya cuma berharap suatu hari nanti kalo dengar nama saya, kamu bakal tersenyum dan bilang, dia sahabat saya.” Damn! Itu benar-benar merasuk ke hati saya. Itulah kata-kata yang saya cari. Saya tidak butuh pernyataan apa-apa. Tapi ketika ada orang menyebutkan nama saya, ia akan bilang “Dillyan adalah sahabat saya”. Saya nggak perlu menyebutkan siapa-siapa aja sahabat saya, because you know who you are. Buat saya, sahabat adalah orang yang menganggap saya sebagai sahabat. Kita tidak perlu nyebutin sahabat saya adalah A, B, C, D, E. Karena 1 nama saja terlupakan, orang itu pasti akan sedih. Begitupun sebaliknya. Kalo sahabat kamu menyebutkan nama-nama sahabatnya namun lupa untuk menyebutkan nama kamu, kamu pasti sedih. Karena itu saya cuma bisa dibilang orang-orang yang merupakan sahabat saya adalah orang-orang yang menganggap saya sebagai sahabat.
SAHABAT ITU. . .
K I T A
Rabu, 30 Maret 2011
ONE MANGROVE ONE BREATH
Tunjukan kepedulian kamu disini, jangan cuman teriak teriak aja, KONSERVASI, buktikan secara nyata!! Dengan hanya mengikuti acara ini kalian dapat memberikan suatu yang nyata terhadap tempat tinggal kita. BUMI.
ONE MANGROVE ONE BREATH
Acara tanam menanam pohon mangrove ini akan dilaksanakan tanggal 23-24 april 2011, di kawasan pantai Tanjung Mas, Semarang .
Fasilitas : Pilih souvenir yang kalian mau (kaos/slayer)
Teman baru
Kesenangan yang tak terbantahkan
Camp Fire
LANGKAH KECIL KAMU KONTRIBUSI BESAR BAGI DUNIA
JIKA BUKAN KITA SIAPA LAGI
JIKA BUKAN SEKARANG KAPAN LAGI
Jumat, 18 Maret 2011
ALCOHOL STOVE
this useful cool post was originally posted by Atman @instructables.com

You're going to need:

Two empty aluminum cans and one full one. The type matters very little, although there are some bottom-brand beer cans that are simply too thin to make a good stove; this assumes a 12 oz can although obviously the 14 oz tall cans work since I'm using one.
A single edged razor blade
Some number of thumbtacks and a nail
A piece of flue tape (ideal) or heavy gauge aluminum foil
A ruler, book, and sharpie marker
Your life will be made easier by a hammer and a pair of scissors



Go around the burner puncturing every other hole with a thumbtack, then go around again to get the rest of them. Be careful in this and other steps not to dent the can any more than necessary, handle towards the top and bottom and put pressure as evenly around as possible. The thumbtacks will bend, some of them, so you'll be going through a few.


Taking the bottom section, press it over the jig and remove. This part is tricky; lubricant would help but I confess I haven't bothered as the aluminum is just that smooth. You can get a bind but if you screw in and down then out and up without stopping you can jig it smoothly. Do NOT dent the rim at this stage; if you do, carefully smooth it on both sides with a thumbnail.

Now, put the middle piece into the top piece as before, and fit the top piece so it slides inside the bottom piece. I use a shim, made by smoothing a cut piece of can with sandpaper, to fit these pieces together. It takes practice, and is the hardest part of the project; you will really benefit from undented pieces at this stage of the game, but I've assembled some pretty sad looking pieces with a little patience. Once together, push the top down into the bottom until the middle wall engages; this often includes a 'click' noise that makes it clear that you've done the thing to the nines.
You're going to need:
Two empty aluminum cans and one full one. The type matters very little, although there are some bottom-brand beer cans that are simply too thin to make a good stove; this assumes a 12 oz can although obviously the 14 oz tall cans work since I'm using one.
A single edged razor blade
Some number of thumbtacks and a nail
A piece of flue tape (ideal) or heavy gauge aluminum foil
A ruler, book, and sharpie marker
Your life will be made easier by a hammer and a pair of scissors
Go around the burner puncturing every other hole with a thumbtack, then go around again to get the rest of them. Be careful in this and other steps not to dent the can any more than necessary, handle towards the top and bottom and put pressure as evenly around as possible. The thumbtacks will bend, some of them, so you'll be going through a few.
Taking the bottom section, press it over the jig and remove. This part is tricky; lubricant would help but I confess I haven't bothered as the aluminum is just that smooth. You can get a bind but if you screw in and down then out and up without stopping you can jig it smoothly. Do NOT dent the rim at this stage; if you do, carefully smooth it on both sides with a thumbnail.
Now, put the middle piece into the top piece as before, and fit the top piece so it slides inside the bottom piece. I use a shim, made by smoothing a cut piece of can with sandpaper, to fit these pieces together. It takes practice, and is the hardest part of the project; you will really benefit from undented pieces at this stage of the game, but I've assembled some pretty sad looking pieces with a little patience. Once together, push the top down into the bottom until the middle wall engages; this often includes a 'click' noise that makes it clear that you've done the thing to the nines.
Senin, 07 Maret 2011
Kami Evergreen Peace
Selamat datang di blog ini. Ini first posting loohh (yang pake tulisan maksudku, bukan photo-photo aje).
Perkenalkan, kami adalah Evergreen Peace (EGP), pecinta alam dari English Department Universitas Negeri Semarang. Blog ini dibuat menanggapi isu bahwa Facebook akan ditutup. Ngga usah gempar dulu. Sepertinya itu cuma HOAX. Tapi buat jaga-jaga gak papa kan kita bikin blog. Biar gaul juga. Belom tau sih selanjutnya blog ini mau diisi apa. Prediksi saya, blog ini akan penuh foto-foto para anggotanya yang narsis mampus (bisa dilihat kan buktinya di posting sebelum ini).
Maaf kalau nama2 diatas sama sekali ngga ada hubungannya dengan kepecinta alaman. Yaaa itu hanya untuk identitas saja. Daripada seperti angkatan 2007 keatas, mereka tidak punya nama. Lalu bagaimana kita menyebut mereka? Hah? Malang yaa.
Ini ada beberapa foto (lagi!) tentang para EGPers. Mohon disimakk.
Thats All. Gimana?
Keliatan menyenangkan kan? (padahal engga!
)
Yasudah cukup segitu dulu. Bye. Have a nice day brother sister.
Salam Lestari!
Perkenalkan, kami adalah Evergreen Peace (EGP), pecinta alam dari English Department Universitas Negeri Semarang. Blog ini dibuat menanggapi isu bahwa Facebook akan ditutup. Ngga usah gempar dulu. Sepertinya itu cuma HOAX. Tapi buat jaga-jaga gak papa kan kita bikin blog. Biar gaul juga. Belom tau sih selanjutnya blog ini mau diisi apa. Prediksi saya, blog ini akan penuh foto-foto para anggotanya yang narsis mampus (bisa dilihat kan buktinya di posting sebelum ini).
lambang kebanggan
Ada tiga angkatan yang bisa dibilang masih eksis di EGP :
1. Angkatan D' Gaplekskin (2008)
2. Angkatan Idiocrazy (2009)
3. Angkatan Unyu Munyu (2010)
Maaf kalau nama2 diatas sama sekali ngga ada hubungannya dengan kepecinta alaman. Yaaa itu hanya untuk identitas saja. Daripada seperti angkatan 2007 keatas, mereka tidak punya nama. Lalu bagaimana kita menyebut mereka? Hah? Malang yaa.
Ini ada beberapa foto (lagi!) tentang para EGPers. Mohon disimakk.
Thats All. Gimana?
Keliatan menyenangkan kan? (padahal engga!
Yasudah cukup segitu dulu. Bye. Have a nice day brother sister.
Salam Lestari!
Sabtu, 05 Maret 2011
Minggu, 27 Februari 2011
Langganan:
Postingan (Atom)



